Oleh: Lukmanul Hakim | 8 Mei 2011

Kertas Kerja Audit

Pertanyaan?
Bagaimana membuat kertas kerja? Dikarenakan kertas kerja tidak ada yang standar jadi antara KAP yang satu dengan yang lain berbeda?

Jawab

Kertas Kerja Audit adalah suatu dokumentasi yang konstruktif dibuat oleh auditor. Hal ini sebagai pertanggungjawaban pekerjaan audit.

Isinya mengenai
–  Prosedur audit yang ditempuh
–  Pengujian yang dilakukan
–  Informasi yang diperoleh
–  Kesimpulan yang dibuat

Dalam hal kepemilikan
– milik Kantor Akuntan Publik
– bukan milik pribadi auditor

Dalam hal sifat
– rahasia
– tidak dapat diinformasikan oleh pihak laen
– kecuali atas izin client

Tujuan
– mendukung pendapat auditor sebagai bukti atas pelaksanaan audit
– menguatkan kesimpulan-kesimpulan auditor sebagai penjelasan atas kesimpulan &

petimbangan auditor
– Mengkoordinasi & mengordinasi semua tahap audit
– Memberikan pedoman dalam audit berikutnya

Tipe kertas kerja terdiri dari :
1. Audit Program
2. Working Trial Balance
3. Adjusting & Reclassfying Entries
4. materi pendukung skyjoule

Materi kertas kerja tidak mempunyai standar. Dalam hal ini IAI maupun IAPI tidak memberikan aturan yang standar guna menerapkan kertas kerja.

Hal ini didasari oleh penetapan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagai dasar hal tersebut diberikan kewenangan oleh KAP untuk menetapkan kertas kerjanya masing-masing

Auditor harus membuat dan memelihara kertas kerja, yang isi maupun bentuknya harus didesain untuk memenuhi keadaan-keadaan yang dihadapinya dalam perikatan tertentu. Informasi yang tercantum dalam kertas kerja merupakan catatan utama pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh auditor dan simpulan-simpulan yang dibuatnya mengenai masalah-masalah yang signifikan.2

FUNGSI DAN SWAT KERTAS KERJA

Kertas kerja terutama berfungsi untuk:
a. Menyediakan penunjang utama bagi laporan auditor, termasuk representasi tentang pengamatan atas standar pekerjaan lapangan, yang tersirat ditunjukkan dalam laporan auditor dengan disebutkannya frasa “berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.”
b. Membantu auditor dalam pelaksanaan dan supervisi audit.

Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor tentang prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya.

Contoh kertas kerja adalah program audit, analisis, memorandum, surat konfirmasi, representasi, ikhtisar dari dokumen-dokumen perusahaan, dan daftar atau komentar yang dibuat atau diperoleh auditor. Kertas kerja dapat pula berupa data yang disimpan dalam pita magnetik, film, atau media yang lain.

Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor mengenai kuantitas, bentuk, dan isi kertas kerja untuk perikatan tertentu mencakup:
a. Sifat perikatan auditor.
b. Sifat laporan auditor.
c. Sifat laporan keuangan, daftar, dan keterangan yang perlu bagi auditor dalam pemb laporan.
d. Sifat dan kondisi catatan klien.
e. Tingkat risiko pengendalian taksiran.
f. Kebutuhan dalam keadaan tertentu untuk mengadakan supervisi dan review atas pekerjaan yang dilakukan para asisten.

ISI KERTAS KERJA

Kuantitas, tipe, dan isi kertas kerja bervariasi dengan keadaan yang dihadapi oleh auditor, namun harus cukup memperlihatkan bahwa catatan akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar pekerjaan lapangan yang dapat diterapkan telah diamati.

Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan:
a. Pekerjaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang menunjukkan diamatinya standar pekerjaan lapangan yang pertama.
b. Pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
c. Bukti audit yang telah diperoleh, prosedur audit yang telah diterapkan, dan pengujian yang telah dilaksanakan, memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, yang menunjukkan diamatinya standar pekerjaan lapangan ketiga.

KEPEMILIKAN DAN PENYIMPANAN KERTAS KERJA

Kertas kerja adalah milik auditor. Namun hak dan kepemilikan atas kertas kerja masih tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Aturan Erika Kompartemen Akuntan Publik yang berkaitan dengan hubungan yang bersifat rahasia dengan klien.

Seringkali kertas kerja tertentu auditor dapat berfungsi sebagai sumber acuan bagi kliennya, namun kertas kerja harus tidak dipandang sebagai bagian dari, atau sebagai pengganti terhadap, catatan akuntansi klien.

Auditor harus menerapkan prosedur memadai untuk menjaga keamanan kertas kerja dan hares menyimpannya dalam periode yang dapat memenuhi kebutuhan praktiknya dan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku mengenai penyimpanan dokumen.

Bahan bacaan
http://www.antariksa.info. Antariksa Budileksmana
Sukrisno Agus. Pemeriksaan oleh Akuntan Publik
Sumber: PSA No. 15 oleh IAPI
Pedoman Penyusunan Kertas Kerja : KAP Syarif Basyir & Rekan members Russel Bedford


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: