Oleh: Lukmanul Hakim Rusdi | 9 Mei 2011

Tips Memahami PSAK

Bagi kalangan akademisi dan praktisi akuntansi sangat penting untuk dapat memahami Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Hal ini dikarenakan PSAK yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Indonesia (IAI) mengadopsi Standar Akuntansi Internasional (IAS). Standar tersebut kemudian dimodifikasi sesuai dengan keadaan dan karakteristik ekonomi Indonesia.
International Accounting Standard banyak dikembangkan di Amerika Serikat, hal ini dikarenakan banyak dinegara tersebut perusahaan publik yang memiliki karakteristik dan bisnis yang berbeda, sehingga penyampaian pelaporan keuangan perlu dilakukan standarisasi yang berbeda pula.
IAS saat ini banyak mengadopsi IFRS (International Finansial Reporting Standar), jadi saat ini PSAK banyak dilakukan perubahan untuk mengikuti standar IFRS tersebut.

Nah dalam hal ini untuk memahami PSAK kita tentunya mengalami kesulitan dikarenakan :
1. Situasi dan kondisi perekonomian masih belum menyerupai di Amerika.
2. Terjemahan bahasa standar akuntansi dari Bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang kadang sulit dimengerti.
3. Kasus akuntansi yang mendasari penyusunan Standar Akuntansi IAS belum terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu, dalam memahami PSAK kita juga perlu melakukan reviu terhadap IAS dan IFRS.

Atas situasi dan kondisi yang telah dijelaskan, maka tips untuk memahami PSAK, adalah :
1. Membaca PSAK dimaksud.
2. Dalam memahami mesti meluas pada cantuman paragraph-paragraph dalam PSAK tersebut.
3. Membaca PSAK lain yang berkaitan dengan PSAK tersebut
3. Membaca International Accounting Standar (IAS) dan IFRS
4. Memahami kasus maupun soal-soal yang terjadi pada dunia praktek.

Ditahun 2009 dan 2010 ini dikarenakan mengikuti perkembangan IFRS, standar akuntansi keuangan buku yang diterbitkan oleh IAI per 1 Juli 2009 banyak mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut akan disampaikan pada tulisan berikutnya.


Responses

  1. Tku

    Gimana ya pemmahaman antar PSAK dengan PSAK yang lain, sehinga dapat dipahamin secara keseluruhan tidak per PSAK karena ada PSAK yang kadang berlawanan.

    • Dalam pemahaman PSAK memang dapat dibagi dalam tahap; pengenalan, pemahaman dan penerapan.
      Saya menilai pak Selamet telah sampai pada tahap penerapan, sehingga sangat mungkin harus diperhatikan;
      1. PSAK yang sudah tidak berlaku
      2. PSAK terupdate terutama terkait dengan kasus
      3. Referensi lain: peraturan, IAS, IFRS
      tentunya bila hal tersebut dipahami, pemahaman atas suatu PSAK yang satu dengan yang lainnya dapat disimpulkan dengan lebih bertanggungjawab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: